17 April 2026

Perkuat Internasionalisasi, LP2M Gelar Sosialisasi Bantuan Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Tahun 2026

LPPM_News – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan  Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Tahun 2026 (MoRA The AIR Fund) pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Ruang Senat Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta yang terdiri dari para Lektor Kepala, Guru Besar, serta jajaran Senat UIN Surakarta.

Hadir sebagai narasumber, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., serta Ketua Tim Investasi Pendidikan dan Riset Kementerian Agama RI, Hendro Dwi Antoro, S.H., C.Med. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam mendorong partisipasi aktif sivitas akademika UIN Surakarta pada Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit (MoRA The AIR Funds).

Ketua LPPM, Prof. Dr. Muhammad Latif Fauzi, S.H.I., M.Si., M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini digelar untuk memperjelas informasi terkait skema MoRA Fund agar dapat diakses lebih luas oleh para profesor dan dosen senior. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini hampir 50% profesor UIN Surakarta telah mengajukan proposal.

“Mohon kepada Bapak Dr. Ruchman Basori untuk memberikan penjabaran secara komprehensif agar dapat membuka jalan bagi lebih banyak civitas akademika UIN Surakarta dalam mengajukan proposal. Semoga program ini menghasilkan riset berkualitas yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., dalam sambutan yang diwakili oleh Wakil Rektor II, Dr. R. Lukman Fauroni, M.Ag., sekaligus membuka acara, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para narasumber dan peserta. Ia juga menyampaikan salam dari Rektor yang sedang melaksanakan tugas dinas luar.

Dalam arahannya, Rektor menegaskan komitmen kampus untuk beranjak dari prestasi nasional menuju prestasi internasional. Program MoRA The AIR Funds dinilai sangat relevan dalam memfasilitasi visi internasionalisasi tersebut. Forum ini dipandang strategis untuk memperkuat kualitas penelitian sekaligus pengembangan kelembagaan berbasis riset unggulan.

Review Materi Sosialisasi: Strategi Riset Berdampak dan Berdaya Saing Global

Dalam pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit merupakan kolaborasi Kementerian Agama dengan LPDP yang bertujuan membangun ekosistem riset produktif dan inovatif di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), Ma’had Aly, dan Fakultas Agama Islam pada PTU.

Secara umum, terdapat beberapa poin strategis yang menjadi penekanan dalam program ini:

1. Riset Harus Berdampak Nyata

Riset dengan pendanaan ratusan juta hingga miliaran rupiah harus memberikan dampak sosial, ekonomi, budaya, dan pembangunan secara langsung. Penelitian diharapkan mampu menjawab persoalan riil bangsa seperti kemiskinan, kualitas pendidikan, pengangguran, ketimpangan ekonomi, degradasi lingkungan, hingga penguatan moderasi beragama.

2. Penguatan Ekosistem dan Kolaborasi Multi-Helix

Program ini dirancang kolaboratif, melibatkan perguruan tinggi dalam dan luar negeri (diutamakan mitra 500 besar QS World University Rankings), lembaga riset, BRIN, serta Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Skema matching funds menjadi salah satu penguat keberlanjutan luaran riset.

3. Fokus Riset Terintegrasi Ilmu Agama dan Sains

Pendanaan mencakup tujuh fokus utama:

Sains dan Teknologi

Kesehatan dan Farmasi

Ekonomi Kreatif

Pelayanan Keagamaan

Sosial Humaniora

Studi Agama

Pendidikan dan Bahasa

Integrasi nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi dalam menghasilkan solusi inovatif yang tetap menjaga kehidupan bersama dan kelestarian alam.

4. Luaran Bermutu dan Berstandar Internasional

Target luaran mencakup publikasi pada jurnal internasional bereputasi (terindeks Scopus), paten dan Kekayaan Intelektual (KI), naskah akademik kebijakan, buku model tata kelola, hingga produk teknologi. Untuk bidang Sains dan Teknologi, pendanaan dapat mencapai maksimal Rp2 miliar, sedangkan bidang Sosial Humaniora dan rumpun lainnya maksimal Rp500 juta.

5. Tata Kelola dan Akuntabilitas Pembiayaan

Program ini bersumber dari Dana Abadi Pendidikan dan mengikuti standar biaya pemerintah. Komponen pembiayaan diatur secara proporsional dengan alokasi minimal 65% untuk biaya langsung riset dan maksimal 5% untuk biaya tidak langsung. Terdapat larangan tegas penggunaan dana di luar kepentingan riset.

6. Seleksi Ketat dan Berbasis Rekam Jejak

Persyaratan bagi ketua tim periset antara lain berkualifikasi doktor (S3), minimal Lektor, memiliki Sinta Score Overall minimal 100, serta tidak sedang menerima pendanaan riset lain yang berjalan. Proses seleksi meliputi seleksi administrasi, seleksi substansi melalui wawancara daring, reviu anggaran, hingga penetapan.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan sivitas akademika UIN Raden Mas Said Surakarta semakin siap berkompetisi secara nasional dan global, sekaligus memperkuat kontribusi riset keagamaan yang transformatif dan solutif bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber yang membahas strategi peningkatan peluang lolos seleksi, penguatan kolaborasi internasional, serta penyusunan proposal berbasis luaran terukur dan berdampak.

Perkuat Internasionalisasi, LP2M Gelar Sosialisasi Bantuan  Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Tahun 2026