07 June 2026

Pembekalan KKN UIN Raden Mas Said Surakarta 2026 Tekankan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

LPPM_News – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta pada Ahad–Senin, 7–8 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 900 mahasiswa perwakilan kelompok KKN sebagai bekal sebelum diterjunkan ke masyarakat.

Pembekalan KKN tahun ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah daerah, dan praktisi yang memberikan penguatan terkait pemberdayaan masyarakat, pembangunan desa, hingga teknis pelaksanaan KKN.

Acara diawali dengan laporan panitia oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta, Dr. Akhmad Anwar Dhani, M.Si. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pembekalan dilaksanakan selama dua hari sebagai bagian dari persiapan mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu menjalankan program KKN secara terencana, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Muhammad Latif Fauzi, S.H.I., M.Si., M.A., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan pembekalan dibagi menjadi dua titik kegiatan karena keterbatasan kapasitas ruangan, sementara jumlah peserta mencapai sekitar 900 mahasiswa.

Ia juga menyampaikan bahwa pelepasan mahasiswa KKN akan dilaksanakan pada 22 Juni 2026 di GOR Kabupaten Klaten dan direncanakan dihadiri oleh Bupati Klaten. Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Pemerintah Kabupaten Klaten.

“Tahun ini seluruh peserta KKN telah mendapatkan perlindungan asuransi selama menjalankan kegiatan pengabdian. Selain itu, LP2M juga akan memberikan pembekalan khusus kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar dapat mengawal proses penyusunan artikel ilmiah dan jurnal kelompok mahasiswa KKN,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. H. Toto Suharto, M.Ag., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. KH. Abdullah Faishol, M.Hum., berpesan agar mahasiswa mampu menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Mahasiswa harus melakukan pemetaan sosial terlebih dahulu sehingga program yang dirancang benar-benar berbasis pada realitas dan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa KKN hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk belajar bersama masyarakat. Jaga nama baik almamater dan tanamkan nilai-nilai moderasi beragama dalam setiap aktivitas pengabdian,” pesannya.

Pada hari pertama pembekalan, peserta mendapatkan materi dari Dr. Sutanto, DEA dari Universitas Sebelas Maret Surakarta mengenai Metodologi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengembangan Potensi Lokal dalam Pengentasan Kemiskinan. Materi ini menekankan pentingnya pemetaan dan pengembangan potensi lokal sebagai strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Sri Nuryani, S.Sos., M.Si., Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Klaten, yang mengupas Kebijakan dan Paradigma KKN Tematik Pemberdayaan Masyarakat. Ia menjelaskan pentingnya sinergi antara program KKN mahasiswa dengan arah pembangunan daerah.

Selanjutnya, Ir. Trio Yonathana Teja Kusuma, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan materi tentang Mahasiswa sebagai Agen Penggerak Perubahan Pembangunan Desa. Dalam paparannya, mahasiswa didorong untuk menjadi katalisator perubahan sosial melalui inovasi dan kolaborasi dengan masyarakat desa.

Pada hari kedua, peserta kembali mendapatkan penguatan materi dari Sri Nuryani, S.Sos., M.Si. mengenai pengembangan potensi lokal dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kemudian Dr. Akhmad Anwar Dani memberikan pembekalan terkait teknis persiapan pelaksanaan kegiatan KKN.

Aspek keamanan dan perlindungan peserta juga menjadi perhatian melalui materi yang disampaikan oleh Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual selama pelaksanaan KKN.

Selanjutnya, Dr. Eric Kunto Aribowo, M.A. memberikan panduan penyusunan laporan KKN dalam bentuk laporan kegiatan dan artikel ilmiah, sementara Agus Riyanto menjelaskan teknis pelaporan kegiatan melalui aplikasi KKN.

Menutup kegiatan pembekalan, panitia kembali mengingatkan pesan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta kepada seluruh peserta KKN, yakni agar setiap kegiatan pengabdian yang dilakukan tidak hanya meninggalkan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menghasilkan karya tulis yang terdokumentasi dengan baik.

“Jangan berhenti KKN tanpa meninggalkan jejak tulisan,” demikian pesan yang menjadi penegasan penting bagi seluruh mahasiswa peserta KKN Tahun 2026.

Melalui pembekalan ini, diharapkan mahasiswa KKN UIN Raden Mas Said Surakarta mampu melaksanakan program pengabdian yang berdampak, berbasis kebutuhan masyarakat, serta menghasilkan luaran akademik yang berkualitas. (Haris_humasLPPM)

Pembekalan KKN UIN Raden Mas Said Surakarta 2026 Tekankan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal