Mengintip quartile jurnal sebelum rilis resmi menjadi strategi yang semakin penting bagi pengelola jurnal dalam menghadapi dinamika publikasi ilmiah global. Quartile (Q1–Q4) sendiri merupakan sistem pemeringkatan jurnal internasional berbasis kualitas, sitasi, dan dampak dalam basis data seperti Scopus, di mana Q1 menempati posisi 25% teratas. Karena pembaruan quartile hanya dilakukan setahun sekali, banyak editor merasa perlu memantau perkembangan jurnalnya secara lebih dini. Melalui platform analitik seperti SciVal, kini dimungkinkan untuk melihat prediksi quartile berdasarkan data sitasi dan performa terkini, sehingga editor dapat melakukan evaluasi berkelanjutan dan menyusun strategi peningkatan kualitas jurnal secara lebih proaktif.
Proses untuk mengintip quartile ini relatif sederhana, dimulai dengan login ke SciVal dan memilih menu Explore, kemudian memasukkan nama jurnal pada kolom pencarian. Setelah itu, pengguna dapat menemukan kategori Scopus Source di bagian bawah dan mengakses berbagai metrik jurnal seperti publication metrics, citation metrics, hingga journal quartiles. Pada bagian quartile, SciVal menampilkan posisi jurnal pada tahun sebelumnya sekaligus estimasi untuk tahun berjalan. Visualisasi warna juga membantu interpretasi, di mana biru muda menunjukkan Q1, biru tua Q2, oranye Q3, dan coklat Q4, sementara warna biru muda bergaris menandakan prediksi quartile yang akan datang.

Sebagai contoh, ketika mencari jurnal Chemical Reviews di SciVal, pengguna dapat melihat bahwa jurnal tersebut secara konsisten berada pada Q1 pada tahun sebelumnya, dan pada tahun berjalan juga masih diprediksi berada di Q1 (ditandai dengan warna biru muda bergaris). Contoh lain, sebuah jurnal yang sebelumnya berada di Q2 dapat terlihat memiliki tren peningkatan sitasi sehingga dalam tampilan SciVal mulai muncul indikasi pergeseran ke Q1. Sebaliknya, jurnal yang mengalami penurunan performa sitasi dapat terlihat bergeser dari Q2 ke Q3 dalam prediksi. Dengan membaca pola ini, editor dapat segera mengambil langkah strategis, seperti meningkatkan kualitas artikel, memperketat proses review, atau mendorong kolaborasi internasional.

Meskipun demikian, hasil yang ditampilkan tetap bersifat prediktif dan belum sepenuhnya akurat. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan perubahan jumlah sitasi serta perbedaan waktu pembaruan data antara SciVal dan Scopus. Selain itu, metode ini tidak dapat digunakan untuk jurnal yang baru terindeks dan belum memiliki riwayat quartile sebelumnya. Oleh karena itu, hasil prediksi sebaiknya digunakan sebagai alat evaluasi awal, bukan sebagai acuan final. Dengan memanfaatkan informasi ini secara bijak, editor dapat mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas jurnal dan memperkuat posisinya dalam pemeringkatan internasional.