14 October 2025

UIN Surakarta Siap Menyambut KKN Tematik Pertanahan Inisiasi Menteri ATR/BPN Republik Indonesia

Pekalongan, 13 Oktober 2025 – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan secara resmi meluncurkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoeteologi & Pertanahan. Program percontohan nasional ini bertujuan mengakselerasi sertifikasi tanah wakaf, sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak bagi masyarakat.

Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Gus Nusron Wahid, Direktur Pemberdayaan Wakaf dan Zakat Kementerian Agama, serta turut dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi mitra, termasuk Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Toto Suharto, M.Ag, dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Surakarta, Dr. Khasan Ubaidillah, M.Pd.I.

Kebut Sertifikasi, Kejar Potensi Rp 750 Juta

Dalam sambutannya, Direktur Pemberdayaan Wakaf dan Zakat Kemenag menekankan bahwa UIN diharapkan menjadi kampus akselerator dalam memaksimalkan potensi wakaf yang sudah bersertifikat.

"Wakaf memiliki potensi luar biasa untuk diproduktifkan. Jika dikelola secara optimal dan terdata dengan baik, produktivitas per wakaf ditargetkan bisa mencapai Rp 750 juta per bulan," ungkap beliau. Iajuga menambahkan, melalui biaya produktif dari wakaf ini, biaya pendidikan di institusi keagamaan dapat tertutupi.

Menteri ATR/BPN, Gus Nusron Wahid, mengapresiasi kolaborasi ini dan menyoroti besarnya tantangan pertanahan di Indonesia. "Diperkirakan masih ada sekitar 300 ribu bidang tanah wakaf di seluruh Indonesia yang belum tersertifikasi. Keterlibatan mahasiswa dalam KKN Tematik ini sangat vital untuk menuntaskan sertifikasi umat," tegasnya.

Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Sertifikasi

Menteri Nusron menjelaskan, program KKN ini merupakan upaya konkret dalam pemetaan dan penuntasan sengketa tanah umat.

"KKN ini bukan sekadar penyuluhan biasa, tetapi mahasiswa langsung belajar tentang problem kebangsaan dan kerakyatan, yaitu urusan tanah dan wakaf. Mereka akan melakukan identifikasi, pengumpulan data geospasial, verifikasi faktual, hingga pendampingan proses sertifikasi tanah wakaf," ujar Gus Nusron.
 

Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menjelaskan bahwa KKN ini merupakan kelanjutan dari program tematik kampus yang berorientasi pada dampak nyata, setelah sebelumnya fokus pada Ekotologi Mangrove dan Stunting. Pihaknya menargetkan 2.093 sertifikat tanah wakaf di Kota dan Kabupaten Pekalongan dapat diselesaikan dalam waktu dua bulan oleh 500 mahasiswa yang diterjunkan.

Komitmen Tridharma Perguruan Tinggi Berdampak

Kehadiran perwakilan dari UIN Raden Mas Said Surakarta menunjukkan komitmen antar-perguruan tinggi Islam untuk menyebarluaskan model pengabdian yang berdampak.

"Kami hadir untuk mengapresiasi, mempelajari, dan siap mereplikasi model KKN Tematik Agraria yang diinisiasi oleh Menteri ATR/BPN ini. Program ini adalah bentuk mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya berhenti pada teori, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata dan solusi bagi persoalan kerakyatan, khususnya di bidang sertifikasi wakaf," jelas Prof. Toto Suharto, Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta.

Menteri Nusron menutup acara dengan pesan inspiratif, bahwa tanggung jawab perubahan sosial diletakkan di tangan mahasiswa. Ia juga mendorong agar regulasi wakaf produktif dapat segera disempurnakan agar aset wakaf tidak hanya untuk tempat ibadah, tetapi juga dapat diproduktifkan secara luas melalui kerjasama yang sah sesuai prinsip syariah, kecuali untuk wakaf yang berstatus muqayyad (terikat).

UIN Surakarta Siap Menyambut KKN Tematik Pertanahan Inisiasi Menteri ATR/BPN Republik Indonesia