Surakarta - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2023–2024. Acara yang berlangsung selama dua hari, pada 5–6 Desember 2025, di Aula Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta ini bertujuan mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) memproduksi hasil pengabdian mereka menjadi wacana pengetahuan yang mudah diakses publik.
Kegiatan diseminasi ini diikuti oleh 260 mahasiswa peserta KKN yang berasal dari berbagai lokasi penugasan. Mereka adalah peserta KKN Reguler di Kabupaten Klaten, KKN Nusantara di Kulonprogo Yogyakarta, KKN Selingkar Kampus di Kabupaten Sukoharjo dan Boyolali, hingga peserta KKN Internasional di Thailand.
KKN sebagai Kawah Candradimuka
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Raden Mas Said Surakarta, Khasan Ubaidillah, dalam sambutannya menekankan pentingnya KKN sebagai sarana belajar dan mengabdi di tengah masyarakat yang majemuk. "KKN adalah kegiatan yang sangat penting," ujar Khasan Ubaidillah. "Keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat terbuka merupakan cara efektif bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengabdi di tengah masyarakat yang plural." Ia menegaskan bahwa hasil pengabdian KKN tidak boleh berhenti pada laporan administratif semata. Sebaliknya, hasil observasi dan program yang telah dijalankan harus diolah menjadi pengetahuan yang bermakna dan disebarluaskan. "Untuk itu hasil KKN jangan sampai didiamkan, melainkan harus diproduksi menjadi pengetahuan bermakna melalui berbagai media, salah satunya dalam bentuk esai," tambahnya. Menurut Khasan, esai dipilih karena formatnya yang ringkas namun substantif, menjadikannya media yang efektif untuk mendiseminasikan hasil-hasil KKN ke masyarakat luas dengan bahasa yang mudah diterima. Keluaran utama dari kegiatan diseminasi ini adalah kumpulan esai yang mendokumentasikan hasil pengabdian para mahasiswa.
Pendampingan Penulisan Esai dari Praktisi
Untuk memastikan kualitas esai yang dihasilkan, kegiatan ini menghadirkan empat pendamping forum (fasilitator) yang merupakan praktisi di bidang penulisan dan isu sosial, yang secara langsung melakukan pengayaan materi dan pendampingan penulisan. Para pendamping tersebut adalah: Makrus Ali (Teras Setara Yogyakarta), Furqon Ulya Himawan (Teras Setara Yogyakarta), Aulia Normalita (Darussalam Inklusif Surakarta), Tya Agustina (Darussalam Inklusif Surakar ta).Melalui pendampingan ini, diharapkan pengalaman lapangan mahasiswa di berbagai wilayah mulai dari isu lokal di Sukoharjo dan Klaten, pemberdayaan di Kulonprogo, hingga tantangan sosial di Thailand dapat diubah menjadi narasi pengetahuan yang kritis dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta kebijakan publik.